Yang tertinggal,hanya gambarmu,di meja kamarku,ditemani dua puisi tentang lara hati.Engkau adalah,yang terindah sepanjang hidupku,luka meruah,semua telah berlalu.Yang tersisa rinai tawamu,disudut benakku, seperti kau masih di sini larut di pelukku.Prahara menerjang,kekasihku terhanyut menghilang,ku semaikan duka,kau tak pernah kembali.Oh,angin malam,bawa laguku,ungkapan rindu menggebu,ku masih tetap bertahan,karna kenangan.[Song by Katon Bagaskara.]
WHY KILLING THE AYATOLLAH WOULD BE A STRATEGIC BLUNDER
-
Firstly, if leaders like Trump and Netanyahu believed that removing the
Ayatollah would cause the collapse of Iranian leadership, it would reflect
a ...
2 days ago

